Nikah Pembahasan 3

Kewalian dapat berpindah dari yang dekat secara nasab ke yang jauh atau ke hakim dengan ketentuan
berikut:

Kewalian yang pindah dari yang dekat ke yang jauh :
1. kafir
2. Fasiq
3. Belum baligh
4. Budak
5. Gila yang terus menerus
6. Bisu yang isyaratnya tidak difahami
7. Kurang waras
8. Dungu yang tidak dapat membedakan mana yang sederajat dan tidak

Kewalian yang pindah ke hakim :
1. Tidak ada wali.
2. Hilangnya wali dan tidak diketahui kehidupannya dan kematiannya.
3. Wali sedang ihrom haji atau umroh.
4. ‘Adhlu (menolak menikahkan mempelai wanita yang sudah baligh dan berakal dengan
pria sederajat yang ditentukan oleh mempelai wanita dan hal ini harus dibuktikan di
hadapan hakim dengan bukti atau saksi atau diahdirkan wali dan dia tetap menolak di
hadapan hakim).
5. Wali bepergian hingga lebih dari batas kotanya sejauh 85 km.
6. Wali di penjara yang tidak dapat dijenguk.
7. Mengelaknya wali setiap diminta untuk menikahkan mempelai wanita atau berjanji
untuk hadir namun tidak pernah hadir dalam akad nikah, ini harus ditetapkan dengan
bukti dan saksi di hadapan hakim.
8. Jika wali yang ingin menikahinya seperti anak paman.
9. Jika wali ingin menikahkannya dengan anaknya yang masih kecil, maka kewalian pindah ke hakim dan dia menerima pernikahan untuk anaknya.
10. Jika wali ingin menikahkannya dengan cucunya yang masih kecil, maka kewalian pindah ke hakim dan dia menerima pernikahan untuk cucunya, ini jika dia bukan wali mujbir,
apabila dia wali mujbir maka dia sendiri dapat melangsungkan ijab dan qobul.
11. Budak wanita yang tidak memiliki ayah atau kakek dan memiliki tuan yang tersita
hartanya, maka yang menikahkannya hakim untuk kemaslahatannya, dan apabila
tuannya bodoh maka hakim menikahkannya dengan izin tuannya.
12. Wanita gila, dewasa dan membutuhkan nikah dan dia tidak memiliki ayah atau kakek
maka walinya hakim.
13. Budak wanita yang memiliki nyonya yang rosyidah dan nyonya tersebut tidak memiliki
wali maka walinya hakim dengan seizin nyonyanya.
14. Budak wanita yang dimiliki oleh baitul mal.
15. Budak wanita yang diwakafkan maka walinya hakim dengan se-izin yang mewakafkan.
16. Budak wanita muslimah yang dimiliki oleh orang kafir jika dikaitkan kebebasannya
dengan nikah.
17. Budak wanita muslimah yang memiliki perjanjian pelunasan untuk kebebasannya
dengan nikah.
18. Budak wanita yang melahirkan anak dari tuannya yang kafir kemudian si budak masuk
islam.

Apabila ada pertanyaan bisa mengisi kolom komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.